Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Negara-Negara yang Telah Terapkan Sharing Spektrum untuk Jaringan Terbaru 5G

 


Aktifitas berbagi jangkauan gelombang untuk menggelar 5G tidaklah perihal yang anyar. Pemerintah di beberapa negeri telah melaksanakan prosedur itu semenjak lama, mengenang penggelaran 5G memerlukan pita gelombang yang luas.


Di Indonesia, Menteri Komunikasi serta Informatika, Johnny Gram. Plate mengambil keputusan perihal yang serupa, dengan membuka kesempatan kerja sama spektrum gelombang buat 5G. Lantas negara mana saja, yang sudah terapkan desain berbagi spektrum gelombang untuk komersialisasi 5G? selanjutnya daftarnya dikutip dari bermacam sumber.


Australia:


- Optus: 3, 5 GHz dengan Spektrum (30 MHz– 35 MHz)


- Telstra: 3, 5 GHz dengan Spektrum  (30 MHz– 80 MHz)


- Vodafone: 3, 5 GHz dengan Spektrum (20 MHz– 60 MHz)


Cina:


- China Telecom: 3, 5 GHz dengan Spektrum (200 MHz)


- China Unicom: 3, 5 GHz dengan Spektrum (200 MHz)


Perancis:


- Bouygues: 3, 5 GHz dengan Spektrum (70 MHz)


- Free: 3, 5 GHz dengan Spektrum (70 MHz)


- Orange: 3, 5 GHz dengan Spektrum (90 MHz)


- SFR: 3, 5 GHz dengan Spektrum (80 MHz)


Jerman:


- Telefonica: 3, 5GHz dengan Spektrum (70 MHz)


- Telekom: 3, 5 GHz dengan Spektrum (90 MHz)


- Vodafone: 3, 5 GHz dengan Spektrum ( 90 MHz)


Korea Selatan:


- LG U+: 3, 5 GHz dengan Spektrum (80 MHz)


- KT: 3, 5 GHz dengan Spektrum (100 MHz)


- SK Telecom: 3, 5 GHz dengan Spektrum (100 MHz)


Hongkong:


- 3 : 3, 5 GHz dengan Spektrum(70 MHz)


- China Mobile: 3, 5 GHz dengan Spektrum (80 MHz)


- HKT : 3, 5 GHz (80 MHz)


- SmartTone : 3, 5 GHz dengan Spektrum (70 MHz)


Dengan cara profitabel, memberi cakupan gelombang banyak dicoba di pita 3, 5 GHz. Walhasil, penyebaran fitur seluler yang sudah mensupport 5G khusus di pita 3, 5 GHz telah amat banyak serta ekosistemnya pula sungguh matang.


Informasi distributor seluler global( Global mobile Suppliers Association atau GSA) per November 2020 mengatakan, jumlah fitur seluler yang sudah mensupport 5G di pita 3, 5 GHz berjumlah 299 piranti seluler.


Kepala Pusat Studi Kebijakan Industri serta Regulasi Telekomunikasi Indonesia- ITB, Ian Yosef M. Edward menarangkan banyaknya negeri luar yang memakai 3. 5GHz ataupun extended C Band buat 5G, sebab gelombang itu kosong. Sebaliknya di Indonesia 3, 5 GHz sedang ditempati oleh satelit.


“ Jika di luar negara bandwidth yang kosong terdapat di 3. 5GHz, serta dipakai buat 5G. Handsetnya telah banyak sebab komponen banyak,” tutur Ian.


Ian pula beranggapan kalau kegiatan memberi cakupan gelombang telah kerap dicoba oleh operator luar. Adapun di Indonesia baru diperbolehkan setelah Hukum nomor. 11/ 2020 mengenai Cipta Kerja dan regulasi turunannya keluar. 

Berlangganan via Email