Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ingin Dilirik Pemodal? Startup SaaS Harus Sentuh Banyak Variasi Bisnis Terbaru


Variasi ditaksir jadi tantangan penting perusahaan rintisan berplatform SaaS( Software as a Service) untuk tetap dapat dilihat investor ataupun modal ventura pada 2021.


Bendaharawan Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia( Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani berkata gerakan anggaran yang mengalir ke startup itu bakal kian kencang apabila pelakon bisnis ikut menjalar zona bisnis yang lain.


Baginya, sepanjang ini pola SaaS di Indonesia banyak merujuk ke arah B2B, hingga dari itu pola bentuk bisnisnya butuh digabungkan, misalnya dengan transaction sharing.


Salah satu metode penggabungannya adalah dengan berintegrasi satu zona ke zona lain semisal berintegrasi ke zona pendanaan, fintech, atau yang lain. Namun bukan hanya itu, Saas ke zona B2C bakal lebih pas karena biasanya fitur yang bisa diakses serta relevan.


Untuk gabungan dengan industri rintisan berplatform keuangan teknologi( fintech), tuturnya, zona itu dikala ini membutuhkan ekosistem yang lumayan besar dari banyak penilaian, semacam prinsip Know Your Customer( KYC), keamanan, identitas, pengesahan, serta yang lain.


“Contoh P2P pada ivoice financing, saat ini sedang memerlukan integrasi  ke industri pencetak invoice, hasilnya penggabungan dapat dilakukan:tuturnya. Senada, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi beriktikad industri berplatform SaaS bakal semakin disukai oleh investor apabila melaksanakan modifikasi pada model- model bisnisnya


Akan tetapi sebagian tidak gemar Saas, dan lebih memilih membuat aplikasi sendiri. Hal inilah yang membuat bisnis Saas tidak semuanya dapat menarik minat investor.


Heru meneruskan pada nilai kedua, investor hendak memandang berapa banyak yang telah memakai SaaS serta penuhi keinginan publik.“ Startup ini haruslah menanggapi keinginan serta membagikan pemecahan perkara aplikasi selama ini ataupun yang dialami konsumen, bagus korporasi ataupun pribadi,” tuturnya.


Ia berkata kalau buat para pemeran butuh mempertimbangkan strategi yang ada buat bisa dilihat investor, ialah bentuk bisnis.


“Biasanya perhitungannya dengan jumlah per konsumen, ada juga jumlah sekian konsumen, atau ada juga yang tidak terbatas namun dengan biaya yang cukup mahal. Hal ini yang sangat perlu untuk dicocokan oleh divisi keahlian keuangan negara kita."tutur Heru.

Berlangganan via Email