Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Penemuan Tentang Manusia Purba Terbaru


Di tahun ini, banyak sekali penemuan yang dapat dipelajari mengenai asal usul manusia.


Manusia purba meninggalkan petunjuk, mungkin itu jejak kaki, batu ukir, materi genetik, serta yang lain yang bisa mengatakan mereka bertahan serta akhirnya memencar ke semua Dunia. Nenek moyang kita ini tidak sedemikian itu berlainan dari kita, mereka melaksanakan ekspedisi jauh serta luas, terhubung satu sama lain serta apalagi menggali buat sumber daya alam.


Mengutip Live Science, Kamis( 31/ 12/ 2020), berikut 10 perihal yang kita pelajari mengenai nenek moyang manusia di tahun 2020:


1. Pencinta misteri


Suatu riset di harian PLOS Genetics menemukan manusia purba( Homo sapiens) tidak tidur cuma dengan satu sama lain. Kurang lebih 1 juta tahun yang lalu, Homo sapiens sudah beberapa kali berjumpa dengan spesies misterius yang lain, serta beberapa kita masih bawa sebagian gen itu sampai hari ini.


Bisa jadi saja spesies misterius ini merupakan Homo erectus, namun kita barangkali tidak sempat ketahui tentu sebab Homo erectus musnah sekitar 110. 000 tahun yang lalu, serta para akademikus tidak mempunyai satu pun DNA spesies ini.


2. DNA manusia tertua yang dikenal yakni milik kanibal


DNA manusia tertua yang dikenal merupakan kepunyaan Homo antecessor, spesies yang bisa jadi sempat menerapkan kanibalisme. Mereka hidup 800. 000 tahun lalu.


Para akademikus mendapatkan sisa- sisa 6 individu Homo antecessor di Spanyol pada tahun 1994, namun baru pada tahun ini regu periset mengekstraksi DNA dari salah satu gigi individu ini, memakai protein yang ditemui di enamel buat memastikan bagian DNA. yang berikan kode terhadap mereka. Regu setelah itu menyamakan deretan DNA ini dengan ilustrasi gigi manusia baru- baru ini, serta memastikan kalau Homo antecessor tidaklah ikatan dekat. Kebalikannya, kemungkinan besar spesies kerabat pendahulu yang membidik ke manusia modern.


3. Manusia purba meninggalkan" sisa- sisa roti" batu


Kala orang modern( Homo sapiens) meninggalkan Tanduk Afrika sekitar 130. 000 tahun yang lalu, mereka berjalan kaki di sepanjang Jazirah Arab. Tetapi jalur mana yang mereka ambil? Saat ini, para akademikus di Israel Antiquities Authority, mempunyai penemuan sehabis menciptakan titik batu runcing ciptaan manusia di Padang pasir Negev Israel yang semacam" sisa- sisa roti" yang mengidentifikasi rute kuno.


4. Jejak kaki di Arab Saudi


Jadi, di mana persisnya manusia berjalan di Jazirah Arab? Para akademikus mengenali paling tidak sebagian posisi yang pas. Para periset sudah menciptakan jejak kaki manusia berumur 120. 000 tahun di antara jejak kaki binatang purba yang lain yang diawetkan di dasar telaga kuno di Padang pasir Nefud Arab Saudi. Jejak kaki ini merupakan fakta dini Homo sapiens di Semenanjung Arab, tutur para periset. Pada era itu, Jazirah Arab sedang hijau serta dihiasi dengan telaga, tempat yang ramah untuk manusia yang pindah.


5. Orang Amerika pertama muncul 30. 000 tahun yang lalu


Orang pertama yang memijakkan kaki di Amerika bisa jadi sudah datang 30. 000 tahun yang lalu. Itu jauh lebih awal dari yang diperkirakan para periset tadinya, dengan beberapa akademikus secara historis berkata kalau orang Amerika awal timbul paling lambat 13. 000 tahun yang lalu.


Dalam suatu riset yang diterbitkan dalam harian Nature, pengerukan suatu gua terisolasi di barat laut Meksiko menguak perkakas batu ciptaan manusia yang bersumber dari 31. 500 tahun yang lalu. Dalam riset lain, pula diterbitkan di Nature, para akademikus mengutip informasi yang telah diterbitkan mengenai kegiatan manusia purba di Beringia( wilayah yang mengaitkan Rusia ke Amerika sepanjang masa es terakhir), serta memasukkannya ke dalam perbandingan yang memodelkan penyebaran manusia. Model itu membuktikan kalau manusia purba kemungkinan besar datang di Amerika Utara paling tidak 26. 000 tahun yang lalu.


Tetapi, Amerika dahulu tidak sering ditempati. Tidak terdapat dentuman populasi hingga 14. 700 tahun yang lalu, sebab masa es terakhir mulai selesai.


6. Keragaman kuno


Serupa semacam hari ini, ribuan tahun yang lalu Amerika merupakan tempat yang beraneka ragam. Analisa 4 batok kepala kuno yang ditemui di terowongan dasar air di negeri bagian Quintana Roo, Meksiko, membuktikan kalau individu- individu ini sama sekali tidak serupa. Satu batok kepala nampak semacam orang- orang dari Poros Utara, yang lain mempunyai karakteristik khas Eropa, yang ketiga nampak semacam banyak orang Amerika Selatan dini serta yang terakhir tidak nampak semacam satu populasi.


Batok kepala itu berumur antara 13. 000 serta 9. 000 tahun yang lalu, tepat pada saat era es terakhir selesai, menurut riset yang diterbitkan dalam harian PLOS One.


7. Penambang yang canggih


Terowongan Meksiko yang sama, yang saat ini terletak di dasar air, merahasiakan rahasia lain, yang dipelajari para akademikus pada tahun 2020. Sepanjang bertahun- tahun, penyelam sudah menciptakan kerangka orang purba, tercantum batok kepala yang dituturkan di atas. Ini memunculkan persoalan: Apa yang dicoba orang- orang kuno di situ?


Saat ini, fakta terkini membuktikan sebagian dari banyak orang kuno ini merupakan penambang. Kurang lebih 12. 000 sampai 10. 000 tahun yang lalu, orang- orang kuno menggali di gua- gua buat memperoleh mineral oker merah serta meninggalkan tanda pekerjaan mereka, tercantum sisa- sisa api yang gosong, perkakas batu, serta indikator batu alhasil mereka tidak tersesat di labirin yang hitam gelap. Oker dipakai buat ritual serta kegiatan tiap hari, tercantum bisa jadi sebagai pengusir serangga ataupun tabir surya.


8. Bayi senantiasa menggeliat


Lebih dari 10. 000 tahun yang kemudian, seseorang perempuan yang menggendong bayi di pinggulnya menaruh anak itu, menyesuaikan kembali, serta menggendong anak itu lagi dikala ia meneruskan perjalanannya melewati playa yang saat ini jadi New Mexico.


Periset menciptakan jejak kaki perempuan ini, serta jejak kaki bayi yang menggeliat, di Halaman Nasional Pasir Putih. Dengan berjarak 1, 5 km, rute ini merupakan rute orang ganda terpanjang dari era Pleistosen akhir yang sempat terdaftar.


9. Populasi makhluk halus ditemui dalam gen kanak- kanak Era Batu


4 anak yang tewas belia antara 8. 000 serta 3. 000 tahun yang lalu di tempat yang saat ini disebut Kamerun mempunyai rahasia dalam DNA mereka. Sehabis menganalisa DNA dari sisa- sisa anak purba ini, para akademikus kaget mendapatkan populasi" makhluk halus" manusia yang tadinya tidak dikenal sudah berkontribusi pada genom kanak- kanak ini.


Kurang lebih sepertiga dari DNA kanak- kanak itu berawal dari nenek moyang yang berkeluarga dekat dengan pemburu- pengumpul di Afrika Tengah bagian barat, para periset mendeteksi. Namun 2 pertiga yang lain berawal dari pangkal kuno di Afrika Barat, tercantum" populasi makhluk halus orang modern yang sudah lama lenyap" yang tidak dikenal hingga saat ini, para akademikus memberi tahu dalam riset itu, yang diterbitkan dalam harian Nature.


10. Polinesia serta Pribumi Amerika terhubung


Dikala ini, aplikasi kencan bisa menolong orang menciptakan pendamping. Tetapi 800 tahun yang kemudian, orang Polinesia serta Pribumi Kolombia tidak mempunyai aplikasi, mereka mempunyai perahu, serta kelihatannya salah satu dari golongan ini bersampan ke yang lain serta tersambung.


Kala periset memandang DNA Polinesia, mereka mengetahui sebagian bawa ciri genetik yang mendekati dengan Pribumi Kolombia. Namun tidak jelas apakah orang Polinesia melaksanakan ekspedisi ke Kolombia serta setelah itu kembali ke Polinesia dengan anak- anak mereka, ataupun apakah orang Kolombia melaksanakan ekspedisi ke Polinesia.


" Kita tidak dapat berkata dengan tentu siapa yang melaksanakan kontak dengan siapa," tutur pimpinan periset Alexander Ioannidis, periset pascadoktoral ilmu informasi biomedis di Universitas Stanford. 

Berlangganan via Email